Articles by "GURU"

Inilah Pedoman Dupak Guru Tahun 2017 Terbaru
Daftar usul penetapan angka kredit guru atau dupak dalam pedoman penilaian tahun 2017 ini secara lebih detail akan diperinci pada juknis dupak yang kami bagikan dibawah ini.
khusus bagi guru melingkupi aturan dan berbagai persyaratan serta tata cara pengusulan berkaitan dengan Kepmenpan 84/1993 dan yang terbaru Permeneg Pan RB nO 16 tahun 2009. Berkas DUPAK dan bukti fisik tersebut  di atas dilampiri  dengan surat pengantar yang ditandatangani  oleh kepala sekolah dan diusulkan kepada Pejabat  Penetap Angka  Kredit  u.p. Kepala Sekretariat  lim Penilai jabatan Fungsional Guru sesuai dengan  kewenangannya.

Bukti fisik hasil prestasi kerja guru yang dapat dinilai  dan mendapat angka kredit  adalah yang diperoleh pada  saat  periode  penilaian (setelah kenaikan jabatan  terakhir),   kecuali  bukti  fisik pendidikan formal dapat diajukan  pada periode penilaian berikutnya,  sepanjang belum pernah dinilai  pada penilaian sebelumnya.

DOWNLOAD

Inilah Juknis PKB Penerus Program Guru Pembelajar 2017
Pada tahun 2017, Ditjen GTK mengembangkan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan yang merupakan kelanjutan dari Program Guru Pembelajar dengan tujuan utama untuk meningkatkan kompetensi guru yang ditunjukkan dengan kenaikkan capaian nilai UKG dengan rata-rata nasional yaitu 70. Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan ini dilaksanakan berbasis komunitas Guru dan Tenaga Kependidikan (komunitas GTK).

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan mengembangkan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dalam 3 (tiga) moda, yaitu (1) Tatap Muka; (2) Daring Murni (full online learning); dan (3) Daring Kombinasi (kombinasi daring dan tatap muka (blended learning)
Klasifikasi moda tersebut dilaksanakan dengan mempertimbangkan hal-hal berikut:
1. Peta kompetensi guru berdasarkan hasil UKG 2. Jumlah guru yang sangat besar  3. Letak geografis dan distribusi guru diseluruh Indonesia
4. Ketersediaan koneksi internet
5. Tingkat literasi guru dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
6. Efisiensi biaya dan fleksibilitas pembelajaran
7. Adanya beberapa unsur mata pelajaran (misalnya pelajaran vokasi) yang sulit untuk disampaikan secara daring.

Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Moda Tatap Muka merupakan bagian dari sistem pembelajaran, di mana terjadi interaksi secara langsung antara fasilitator dengan peserta seperti pada Gambar 2.1. Interaksi pembelajaran yang terjadi dalam moda tatap muka meliputi pemberian input materi, tanya jawab, diskusi, latihan, praktik, dan penilaian.
Unsur yang terlibat pada program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan moda tatap muka yang diusulkan oleh Dinas Pendidikan Prov./Kab./Kota dan UPT adalah Instruktur Nasional (IN) sebagai fasilitator, guru sebagai peserta dan panitia kelas.

Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Moda Daring  
Pendekatan pembelajaran pada program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan moda daring memiliki karakteristik sebagai berikut:
a. Menuntut pembelajar untuk membangun dan menciptakan pengetahuan secara mandiri (constructivism);
b. Pembelajar akan berkolaborasi dengan pembelajar lain dalam membangun pengetahuannya dan memecahkan masalah secara bersama-sama (social constructivism);
c. Membentuk suatu komunitas pembelajar (community of learners) yang inklusif;
d. Memanfaatkan media laman (website) yang bisa diakses melalui internet, pembelajaran berbasis komputer, kelas virtual, dan atau kelas digital;
e. Interaktivitas, kemandirian, aksesibilitas, dan pengayaan.
Melalui moda daring, peserta memiliki keleluasaan waktu belajar. Peserta dapat belajar kapanpun dan dimanapun, sehingga tidak perlu meninggalkan kewajibannya sebagai guru dalam mendidik. Pada daring kombinasi, peserta akan melakukan pembelajaran secara luring (tatap muka) di Pusat Belajar dan didampingi oleh fasilitator.
Gambaran umum dari setiap model pembelajaran pada program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan moda daring adalah sebagai berikut.
a. Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Moda Daring Murni
Pembelajaran pada model ini hanya melibatkan fasilitator dan guru sebagai peserta. Dengan memanfaatkan TIK, peserta secara penuh melakukan pembelajaran daring dengan mengakses dan mempelajari bahan ajar, mengerjakan lembar kerja, berdiskusi serta berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman dengan peserta lainnya. Selama proses pembelajaran, peserta difasilitasi secara daring penuh oleh pengampu dan akan dibantu oleh admin LMS dalam hal teknis pembelajaran.
Kelas pada moda daring terdiri dari Daring Murni - Model 1, Daring Murni - Model 2 dan Daring Kombinasi. Unsur yang terlibat di dalam kelas pembelajaran dan interaksi setiap unsurnya pada moda-moda tersebut dijelaskan sebagai berikut.
Dalam pelaksanaan moda daring murni, dikembangkan dua model sebagai berikut.
1) Model 1 Pembelajaran pada model ini hanya melibatkan pengampu dan guru sebagai peserta.
DOWNLOAD

Kisi Kisi Materi PLPG Tahun 2017 Mapel Guru Kelas SD
PLPG 2017 dalam kisi kisi PLPG 2017 untuk sertifikasi guru tahun 2017 pada Sekolah Dasar ini kami bagikan lebih awal untuk persiapan rekan guru semua dalam mengikuti PLPG 2017 khususnya pada guru sekolah dasar.

Seperti sebelumnya kami sudah bagikan Materi PLPG 2017 untuk Guru SD serta bagi rekan guru yang sedang atau akan mengikuti UTN ujian tulis nasional bisa diunduh disini contoh soal UTN dan kunci jawaban

Dengan persiapan terbaik bagi rekan guru sangat mungkin akan lebih mudah dalam memenuhi target kelulusan sertifikasi guru yang minimal nilai UTN 80, tentunya target ini harus dicapai agar sertifikat pendidik bisa di terima, sehingga bisa menjadi guru yang benar-benar profesional.

Berikut kami bagikan kisi-kisi materi PLPG Tahun 2017 Guru Sekolah Dasar 027.
DOWNLOAD

Untuk mata pelajaran lainnya silahkan unduh di laman yang kami sematkan klik Disini

Inilah Materi Pedagogik PLPG Tahun 2017
Materi modul PLPG 2017 berikut ini kami bagikan sebagai bahan pembelajaran Modul Additional Pedagogik Sertifikasi Guru tahun 2017, Pedagogik merupakan ilmu yang membahas pendidikan, yaitu ilmu pendidikan anak. Jadi pedagogik menjelaskan tentang seluk beluk pendidikan anak. Sedangkan bagi orang dewasa ilmu pendidikan yang mengkajinya di sebut "andragogi". Pedagogik merupakan teori pendidikan anak.

Pedagogik sebagai ilmu sangat dibutuhkan oleh guru Khususnya guru taman-kanak-kanak dan Guru Sekolah Dasar karena mereka akan berhadapan dengan anak-anak yang belum dewasa. Tugas guru bukan hanya mengajar, mentransformasikan pengetahuan kepada anak-anak di sekolah, melainkan guru mengemban tugas untuk mengembangkan kepribadian anak didiknya secara terpadu.

Guru mengembangkan sikap mental anak, mengembangkan hati nurani atau kata hati anak, sehingga ia (anak) akan sensitif terhadap masalah-masalah kemanusiaan, harkat derajat manusia, menghargai sesama manusia. begitu juga guru harus mengembangkan keterampilan anak, keterampilan hidup di masyarakat sehingga ia mampu untuk menghadapi segala permasalahan hidupnya.

Baca juga
Contoh soal UTN dan Jawaban PLPG Tahun 2017
Materi PLPG Semua mata pelajaran

Materi yang dibahas dalam sumber belajar ini tertuang dalam 8 kegiatan belajar
sebagai berikut ini.
  • Kegiatan Belajar 1 : Karakteristik Siswa
  • Kegiatan Belajar 2 : Teori Belajar
  • Kegiatan Belajar 3 : Kurikulum 2013
  • Kegiatan Belajar 4 : Desain Pembelajaran
  • Kegiatan Belajar 5 : Media Pembelajaran
  • Kegiatan Belajar 6 : Perencanaan dan Pelaksanaan Pembelajaran
  • Kegiatan Belajar 7 : Penilaian dan Evaluasi Pembelajaran
  • Kegiatan Belajar 8 : Refleksi Pembelajaran dan PTK
Satu paket unduhan klik DOWNLOAD ini

Contoh Soal UTN PLPG Lengkap dengan Kunci Jawaban
Soal Ujian tulis nasional (UTN) PLPG untuk sertifikasi guru ini kami lengkapi dengan kunci jawaban hanya sebagai referensi atau contoh yang bisa dijadikan latihan, diambil dari kisi-kisi dan materi PLPG baik profesional maupun pedagogik, kumpulan soal ini bisa dijadikan referensi bagi yang sedang mengikuti PLPG untuk sergur atau sertifikasi guru maupun yang gagal dalam uji soal UTN pertama dan harus mengulangnya.

UJI TULIS NASIONAL (UTN) :
1. UTN dilaksanakan secara daring (dalam jejaring/online) dan diikuti oleh peserta yang telah lulus PLPG.
2. Soal Ujian Tulis Nasional (UTN) dikembangkan secara nasional di bawah kendali KSG.
3. Soal UTN disusun dalam bentuk tes objektif pilihan ganda 4 (empat) opsi dengan mempertimbangkan HOTS minimal level C4 dan mengacu pada kisi-kisi UTN yang telah ditetapkan.
4. Durasi waktu pelaksanaan UTN selama 120 menit dengan jumlah butir menyesuaikan durasi waktu tersebut. apa itu ujian tulis nasional? nilai kelulusan UTN dalam plpg
5. UTN dapat dilaksanakan di LPTK Penyelenggara atau tempat uji kompetensi (TUK) setelah peserta dinyatakan lulus ujian akhir PLPG.

Baca juga
Cara cek data peserta sertifikasi guru 
Panduan pendaftaran belajar mandiri di sertifikasi guru

6. Nilai batas minimal kelulusan UTN adalah 80.
7. Peserta yang telah memenuhi batas minimal kelulusan UTN berhak mendapat sertifikat pendidik.
8. Peserta yang belum memenuhi batas minimal kelulusan UTN diberikan kesempatan mengulang UTN pada tahun berikutnya sebanyak 4 kali dalam waktu 2 tahun setelah melaksanakan peningkatan kompetensi secara mandiri.
9. Ujian ulang UTN/UKG dilaksanakan di tempat uji kompetensi (TUK) yang ditetapkan Pemerintah.
10. Guru yang dinyatakan lulus PLPG dan memiliki skor UKG 2015 ≥ 80, tidak menempuh UTN/UKG dan langsung diberikan sertifikat pendidik.

Soal-soal UTN/UKG ini akan sangat diperlukan oleh bapak ibu/guru sebagai sarana latihan, silahkan unduh pada link yang kami sematkan dibawah ini.


Cara Daftar Dan Cetak Kartu Sistem Verifikasi Validasi Individu GTK
Sistem verifikasi dan validasi individu GTK atau guru dan tenaga kependidikan juga bisa cetak kartu Identitas GTK setelah kita berhasil login dari cara pendaftaran yang telah ditentukan oleh PDSP Kemdikbud,  Atribut GTK (Verval GTK) yang bermuara pada data pokok pendidikan atau Dapodik, akun login ini milik individu, yang diantaranya memuat data sebagai berikut:

1. Data Pendidikan Formal
2. Data Golongan /Kepangkatan
3. Data Jabatan Struktural
4. Data Jabatan Fungsional
5. Data Sertifikasi
6. Data Pekerjaan
7. Ringkasan Data.

KARTU IDENTITAS GTK
Perubahan master
Riwayat Perubahan master

Baca Juga Kartu NUPTK dan NRG 

Cara Pendaftaran Sistem verifikasi dan validasi individu GTK

Klik link berikut ini. Daftar Sistem verifikasi dan validasi individu GTK
Cara Daftar Dan Cetak Kartu Sistem Verifikasi Validasi Individu GTK
Klik mendaftar akun, setalah muncul tampilan isi nama user, email yg aktif yang ada dan telah diinputkan di aplikasi dapodik pada menu penugasan itu sangat di sarankan. isi secara lengkap data, jangan lupa uploadkan data pendukung berupa scan KTP yang sudah di compress ukuran dan terbaca dengan baik hasilnya.
Cara Daftar Dan Cetak Kartu Sistem Verifikasi Validasi Individu GTK
Setelah berhasil daftar tunggu email konfirmasi pada email yang telah kita daftar kan. jika sudah ada konfirmasi pendaftaran diterima alias berhasil, maka login dan lihat data-data kita, secara lengkap tiap menu.
  • 1. Data Pendidikan Formal
  • 2. Data Golongan /Kepangkatan
  • 3. Data Jabatan Struktural
  • 4. Data Jabatan Fungsional
  • 5. Data Sertifikasi
  • 6. Data Pekerjaan
  • 7. Ringkasan Data.
Cara Daftar Dan Cetak Kartu Sistem Verifikasi Validasi Individu GTK
Gunakan menu KARTU IDENTITAS GTK jika ingin mencetak kartu identitas GTK di Sistem verifikasi dan validasi individu GTK...
seperti berikut.


Cara Daftar Dan Cetak Kartu Sistem Verifikasi Validasi Individu GTK

Cara Cek Data Peserta Sertifikasi Guru Tahun 2017 Link Baru
Cara cek data peserta sertifikasi guru tahun 2017 atau sergur 2017, Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor  296/M/KPT/2016  tentang Penetapan Perguruan Tinggi Penyelenggara Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan Melalui Program Pendidikan dan Latihan Profesi Guru

Cara pengecekkan data sergur 2017 masuk pada link dibawah ini.
Cara Cek Data Peserta Sertifikasi Guru Tahun 2017 Link Baru
Pilih Daftar Peserta atau Calon Peserta.
Masukkan 16 Digit NUPTK
Cara Cek Data Peserta Sertifikasi Guru Tahun 2017 Link Baru
Setelah dimasukkan klik ikon search logo lup disamping kanan, lihat hasilnya.

Permendikbud Nomor 29 Tahun 2016 tentang  Sertifikasi Bagi Guru yang Diangkat Sebelum Tahun 2016. Pasal 6 ayat (5) menyatakan bahwa “Guru dinyatakan lulus UKG pada akhir PLPG apabila memperoleh nilai paling rendah 80”

  • Guru terdaftar dalam DAPODIK
  • Memenuhi syarat adminsitrasi
  • Skor UKG minimal 55 (bagi guru yang diangkat mulai tahun 2006)

Lomba Inobel Guru SD Tahun 2017 Berikut Pedoman Nya
Karya Inovasi Pembelajaran lomba yg diagendakan rutin Kemdikbud INOBEL 2017 guru SD dengan panduan sebagai berikutPerlombaan Karya Inovasi Pembelajaran Guru SD Tahun 2017 dikelompokkan
menjadi 3 bidang lomba, yaitu:
1. Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, menggunakan kode MIPA.
2. Ilmu Pengetahuan Sosial, PPKn, dan Bahasa Indonesia, menggunakan kode IPSPB.
3. Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan, Seni Budaya dan Prakarya,
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, dan Muatan Lokal, menggunakan kode
SORAM

Tema dan Isi Karya Lomba
Tema Perlombaan Karya Inovasi Pembelajaran Guru SD Tingkat Nasional Tahun 2017:
“Inovasi Pembelajaran sebagai Upaya Mewujudkan Indonesia Cerdas, Kreatif,
Unggul, dan Berkarakter”

Adapun isi karya Perlombaan Karya Inovasi Pembelajaran mengacu pada kurikulum
yang berlaku di sekolah terkait dengan model, strategi, metode, media pembelajaran, dan
teknik penilaian yang mengacu pada pembelajaran tematik.
DOWNLOAD

Pedoman Olimpiade Guru Nasional Tahun 2017
Olimpiade Guru Nasional (OGN) merupakan wahana kompetisi bagi guru kelas SD dan SMP dalam upaya meningkatkan kompetensi profesional pada bidang yang diampunya.

Kegiatan Olimpiade Guru Nasional (OGN) merupakan salah satu sarana peningkatan mutu pendidikan dan merupakan ajang untuk mencari guru kelas SD dan guru mata pelajaran SMP yang unggul. OGN diselenggarakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan wawasan pengetahuan, motivasi, kompetensi, profesionalisme, dan kinerja guru. Selain itu OGN bertujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya di kalangan guru SD dan SMP. Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan akan berdampak positif terhadap karier dan mutu pendidikan.
Bidang yang Dilombakan

1. Guru kelas SD (Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, dan IPS).
2. Guru SMP meliputi mata pelajaran:
a. Matematika,
b. IPA,
c. IPS,
d. Bahasa Indonesia,
e. Bahasa Inggris.

OGN 2017 terdiri atas Guru Kelas SD dan Guru SMP. Untuk peserta SMP meliputi guru mata pelajaran Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.



Panduan serta materi lomba bisa diunduh pada link yang kami sematkan dibawah ini,
DOWNLOAD

Guru BK ada di SD Ini, Panduan Operasional Bimbingan Konseling Sekolah Dasar
Guru bimbingan dan konseling atau konselor di Sekolah Dasar dapat diangkat dengan cakupan tugas pada setiap sekolah atau di tingkat gugus sekolah untuk membantu guru mengembangkan potensi dan mengentaskan masalah peserta didik. Guru bimbingan dan konseling atau konselor di tingkat gugus berkantor di sekolah induk yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Dalam kondisi sekolah induk tidak memiliki ruang yang cukup, maka berkantor di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pendidikan atau unit pendidikan yang setingkat (Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014, Lampiran butir V.A).

Peserta didik/konseli adalah subyek utama layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Guru bimbingan dan konseling atau konselor perlu memahami karakteristik peserta didik/konseli sebagai dasar pertimbangan dalam merancang dan melaksanakan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Oleh karena itu, pemahaman guru bimbingan dan konseling atau konselor, guru kelas dan guru mata pelajaran secara mendalam terhadap karakteristik peserta didik/konseli merupakan prasyarat yang harus dipenuhi guru bimbingan dan konseling atau konselor

DOWNLOAD DISINI

Cara Buat Akun Registrasi Guru Pembelajar Secara Mudah dan Cepat
Cara buat akun baru atau registrasi guru pembelajar secara online, akun guru pembelajar merupakan cara untuk login dan melakukan aktifitas dalam program kemdikbud pada GP ini bermuara untuk peningkatan kompetensi guru, pada bidang Uji Kompetensi Guru (UKG) yang saat ini sedang dan tengah di galakkan.

Bagaimana cara mendapatkan akun baru untuk guru pembelajar ? atau bagaimana cara membuat akun guru pembelajar ?

Tentunya syarat-syarat yang harus di penuhi cukup gampang, siapkan syarat berikut ini.
1. Nomor peserta UKG terakhir atau tahun 2015
2. Tanggal bulan dan tahun lahir jangan sampai terlupa kan, jika sudah silahkan masuk pada link berikut:
Baca juga Modul Guru Pembelajar Kelas Tinggi SD/MI
Pengenalan Fiture Aplikasi Guru Pembelajar

Langkah pertama:
Masuk pada link berikut klik SIM Guru Pembelajar
Pilih menu registrasi akun pada bagian bawah seperti gambar berikut ini:
Cara Buat Akun Registrasi Guru Pembelajar Secara Mudah dan Cepat
Isikan nomor peserta UKG, dan tanggal serta bulan dan tahun lahir PTK atau Guru yang bersangkutan lihat tampilan berikut:
Cara Buat Akun Registrasi Guru Pembelajar Secara Mudah dan Cepat
Setelah selesai maka kita mendapatkan file unduhan sebagai berikut video kami tampilkan.

Kumpulan Beragam Jurus Pembudayaan Budi Pekerti dan  Profil SD Terbaik Indonesia
SD Berbudi Pekerti
Tiga komponen utama yang kita kenal dalam intisari revolusi mental yang di gaung-gaung kan, yakni perlunya integritas, kerja keras dan gotong royong. Jika kita jabarkan kembali, dalam integritas ada nilai-nilai tentang jujur, dapat dipercaya, dan bertanggung jawab. Di dalam kerja keras ada nilai-nilai luhur tentang etos kerja, daya saing, optimistis, inovatif dan produktif. Sedangkan jabaran nilai-nilai dari gotong royong ada kerjasama, solidaritas, komunal dan berorientasi pada kemaslahatan. Inilah karakter yang lengkap, yaitu memperhatikan karakter
moral sekaligus karakter kinerja.

Sektor pendidikan adalah garda utama terbangunnya nilai-nilai karakter itu. Maka Kemendikbud, seluruh warga sekolah, dan para orangtua siswa atau wali murid perlu bergerak bersama membangun nilai-nilai karakter mulia melalui serangkaian ikhtiar peneladanan dan pembiasaan kepada para siswa.

Karakter dan kebudayaan dibangun dari pembiasaan yang konsisten. Ikhtiar pembiasaan ini kita jalankan melalui serangkaian kegiatan penumbuhan budi pekerti dalam keseharian seluruh warga sekolah. Beberapa kegiatan di antaranya bersifat wajib, namun tetap dengan ruang improvisasi di dalamnya.

Kegiatan lain bersifat pilihan dan merupakan ruang bagi warga sekolah untuk bersama-sama menciptakan praktek-praktek baik pembiasaan budi pekerti. Di antara kegiatan wajib adalah menyanyikan lagu Indonesia Raya setiap akan memulai pembelajaran, membaca doa secara bersama-sama setiap akan memulai dan mengakhiri pembelajaran, dan dalam periode tertentu rutin melibatkan siswa dengan masyarakat sekitar lingkungan sekolah untuk melihat dan memecahkan masalah-masalah nyata di lingkungan tersebut.

Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti tidak dapat dilakukan secara satu arah dan indoktrinatif dari guru kepada para siswa, namun merupakan gerakan bersama seluruh warga sekolah untuk saling memberikan keteladanan dan mendorong tumbuhnya nilai-nilai dan kebiasaan baik. Mari kita gali dan wujudkan nilai-nilai karakter bangsa ini secara konkret.

Berikut preview file 18 profil SD berkarakter yang bersumber dari laman Dit PSD Kemdikbud

Lagu Hari Pertama ke Sekolah Awali Tahun Pelajaran Baru Semua Jenjang
Aktifitas kelas menyanyi bersama
Kemdikbud tak tanggung-tanggung untuk membiasakan kegiatan  penumbuhan budi pekerti di sekolah, baik sokongan guru, orang tua hingga ke peserta didik nya, regulasi tersebut bahkan sudah dituangkan dalam Permendikbud 21/2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti.

Hari pertama masuk sekolah, tahun ajaran baru para orang tua di harap kan melakukan aktifitas tidak sebatas mengantar anak di luar pagar sekolah saja. Kemudian si siswa masuk sekolah dan orangtua pulang sambil keduanya melambaikan tangan. Lebih dari itu,  orangtua harus benar-benar ikut masuk sampai di dalam kelas.

Setelah sampai di dalam sekolah, orangtua harus berkomunikasi dengan para guru. Khususnya guru yang akan mengajar sang anak. Dalam pertemuan ini ada semacam kesepakatan bahwa orangtua tua menitipkan anaknya kepada guru di sekolah.

Melalui cara ini Kemendikbud ingin memperdalam keterikatan orangtua dengan sekolah. Sebab selama ini orangtua ke sekolah ketika pembagian rapor atau saat perpisahan. Padahal versi Kemendikbud, hubungan orangtua dengan guru yang erat bisa memecahkan persoalan siswa, baik dalam belajar atau pergaulan di sekolah, maupun di rumah.

"Sekolah juga bisa menjadi taman untuk menumbuhkan karakter-karakter positif bagi para peserta didik. Penumbuhan budi pekerti akan fokus dilakukan melalui kegiatan non kurikuler, intrakurikuler dan ekstrakurikuler," kata Mendikbud, Anies Baswedan

"Guru juga harus bisa menjadi teladan. Tugas yang tidak mudah, tapi bisa dilakukan dengan pembiasaan," tukas dia. (dikutip dari laman kemdikbud.go.id 13/06)

Dalam mendukung langkah ini, Direktorat Binkel (Bapak Sukiman) membuat program menyanyikan Lagu Hari Pertama Masuk Sekolah untuk semua jenjang.

Lirik Lagu Hari Pertama Masuk Sekolah:

Hari ini hari pertamaku,,,
Hari pertama ke sekolah,,,
Senangnya hatiku diantar ayah ibu,,,
Pergi berangkat ke sekolah,,,
Senangnya hatiku bertemu teman baru,,,
Guru baru,,,
Tentulah ramah...
Ayo ke sekolah...
Ayo ke sekolah...

Simak video nya dibawah ini silahkan play...

Inilah Model-Model Pembelajaran Pada Guru Pembelajar Moda Daring
Home Guru Pembelajar
Peningkatan kompetensi Guru Pembelajar dilaksanakan dalam 3 (tiga) moda, yaitu tatap muka, daring dan daring kombinasi. Petunjuk teknis ini dibuat khusus untuk Guru Pembelajar moda daring dan daring kombinasi.

1. Guru Pembelajar Moda Daring
Melalui moda ini, peserta memiliki keleluasaan waktu belajar. Peserta dapat belajar kapanpun dan dimanapun, sehingga tidak perlu meninggalkan kewajibannya sebagai guru dalam mendidik.
Peserta dapat berinteraksi dengan pengampu/mentor secara synchronous – interaksi belajar pada waktu yang bersamaan seperti dengan menggunakan video converence, telepon atau live chat, maupun asynchronous – interaksi belajar pada waktu yang tidak bersamaan melalui kegiatan pembelajaran yang telah disediakan secara elektronik.

Dalam pelaksanaan moda daring, dikembangkan dua model sebagai berikut.
a. Model 1
Pembelajaran Guru Pembelajar pada model ini hanya melibatkan pengampu dan guru sebagai peserta. Dengan memanfaatkan TIK, peserta secara penuh melakukan pembelajaran daring dengan mengakses dan mempelajari bahan ajar, mengerjakan latihan-latihan (tugas), berdiskusi dan berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman dengan peserta Guru Pembelajar lainnya. Selama proses pembelajaran, peserta dibimbing dan difasilitasi secara daring oleh pengampu, seperti pada Gambar 2.1.
Inilah Model-Model Pembelajaran Pada Guru Pembelajar Moda Daring

Guru Pembelajar moda ini diperuntukan bagi guru dengan peta kompetensi hasil UKG nya memiliki 3 (tiga) sampai dengan 5 (lima) kelompok kompetensi yang nilainya dibawah KCM pada tahun yang berjalan.
KCM = Kriteria Capaian Minimal
b. Model 2
Inilah Model-Model Pembelajaran Pada Guru Pembelajar Moda DaringPembelajaran pada Guru Pembelajar moda daring – Model 2 melibatkan pengampu, mentor dan peserta. Guru Pembelajar moda daring model ini menggabungkan interaksi antara peserta dengan mentor dan atau pengampu, yang hanya dilakukan secara daring, dengan model pembimbingan seperti pada Gambar 2.2 berikut:

Interaksi Pengampu – Mentor: Pengampu mendampingi mentor dan berinteraksi dengan mentor secara daring.
Interaksi Mentor – Peserta: Mentor mendampingi, berdiskusi dan berkoordinasi dengan peserta secara daring.
Interaksi Pengampu – Peserta: Pengampu memfasilitasi dan berkomunikasi dengan peserta secara daring

Guru Pembelajar moda daring – Model 2 diperuntukan bagi :
  • 1) Guru dengan peta kompetensi hasil UKG nya memiliki 6 (enam) sampai dengan 7 (tujuh) kelompok kompetensi yang nilainya dibawah KCM pada tahun yang berjalan
  • 2) Guru pada kriteria point 1), dengan lokasi kerja jauh dari lokasi KKG/MGMP yang digunakan sebagai tempat pertemuan tatap muka
  • 3) Guru pada kriteria point 1), yang merupakan binaan dari seorang mentor yang memiliki guru binaan kurang dari kuota minimal. Persyaratan jumlah guru yang dibina oleh seorang mentor
2. Guru Pembelajar Moda Daring Kombinasi
Pada moda kombinasi ini, peserta melakukan interaksi belajar secara daring dan tatap muka. Interaksi belajar daring dilakukan secara mandiri dengan memanfaatkan teknologi informasi dan pembelajaran yang telah disiapkan secara elektronik, dan dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Interaksi tatap muka dilaksanakan bersamaan dengan peserta Guru Pembelajar lainnya di pusat belajar (PB) yang telah ditetapkan dan difasilitasi oleh seorang mentor. Interaksi pada daring kombinasi dapat dilihat pada Gambar 2.3.
Inilah Model-Model Pembelajaran Pada Guru Pembelajar Moda Daring
Baca juga Hasil UKA-UKG dan Passing Grade tiap Tahun nya

Interaksi Pengampu – Mentor: Pengampu mendampingi mentor dan berinteraksi dengan mentor secara daring.
Interaksi Mentor – Peserta: Mentor mendampingi, berdiskusi dan berkoordinasi dengan peserta secara daring dan luring.
Interaksi Pengampu – Peserta: Pengampu memfasilitasi dan berkomunikasi dengan peserta secara daring.

Guru Pembelajar moda ini diperuntukan bagi guru dengan peta kompetensi hasil UKG nya memiliki 6 (enam) sampai dengan7 (tujuh) kelompok kompetensi yang nilainya dibawah KCM pada tahun yang berjalan.
1 Pada Guru Pembelajar moda daring kombinasi, peserta akan dibimbing oleh mentor secara daring dan luring di Pusat Belajar (PB).
2) Guru pada kriteria point 1), dengan lokasi kerja jauh dari lokasi KKG/MGMP yang digunakan sebagai tempat pertemuan tatap muka
3) Guru pada kriteria point 1), yang merupakan binaan dari seorang mentor yang memiliki guru binaan kurang dari kuota minimal. Persyaratan jumlah guru yang dibina oleh seorang mentor

Modul Guru Pembelajar Kelas Awal Sekolah Dasar Lengkap Semua Materi
Kumpulan modul GP

Pengembangan profesionalitas guru melalui program Guru Pembelajar (GP) merupakan upaya peningkatan kompetensi untuk semua guru. Sejalan dengan hal tersebut, pemetaan kompetensi guru telah dilakukan melalui uji kompetensi guru (UKG) untuk kompetensi pedagogik profesional pada akhir tahun 2015. Hasil UKG menunjukkan peta kekuatan dan kelemahan kompetensi guru dalam penguasaan pengetahuan. Peta kompetensi guru tersebut dikelompokkan menjadi 10 (sepuluh) kelompok kompetensi pada modul Guru Pembelajar SD kelas rendah. Tindak lanjut pelaksanaan UKG diwujudkan dalam bentuk pelatihan guru paska UKG melalui program Guru Pembelajar.

Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi guru sebagai agen perubahan dan sumber belajar utama bagi peserta didik. Program Guru Pembelajar dilaksanakan melalui pola tatap muka, daring (online), dan campuran (blended) tatap muka dengan online.
Modul kelas awal atau bawah bagi guru sekolah dasar ini menjadi bagian pelengkap sharing kami akan kumpulan modul Guru Pembelajar untuk tingkat SD, pada kelas awal untuk guru SD ini terdiri dari 10 modul materi Guru Pembelajar sama seperti sebelum nya pada modul kelas tinggi sekolah dasar juga terdiri dari sepuluh komponen materi baik pedagogik maupun profesional dalam tiap bahasan mata pelajaran yang tersedia.
Modul Guru Pembelajar PJOK SD

Salah satu modul kelas awal SD preview seperti dibawah ini;

Kelompok Kompetensi A
Profesional
Penguasaan dan keterampilan berbahasa Indonesia
Pedagogik
Karakteristik dan pengembangan Potensi peserta didik di sekolah dasar [DOWNLOAD]

Kelompok Kompetensi A
Profesional
Penguasaan dan keterampilan berbahasa Indonesia
Pedagogik
Karakteristik dan pengembangan potensi peserta didik di sekolah dasar [DOWNLOAD]

Kelompok Kompetensi B
Profesional
Genre dan apresiasi sastra
Pedagogik
Teori belajar dan prinsip pembelajaran [DOWNLOAD]

Kelompok Kompetensi B
Profesional
Genre dan apresiasi sastra
Pedagogik
Teori belajar dan prinsip pembelajaran[DOWNLOAD]

Kelompok Kompetensi C
Pedagogik
Pengembangan dan pelaksanaan kurikulum di sekolah dasar
Profesional
Kajian bilangan cacah dan statistika [DOWNLOAD]

Kelompok Kompetensi D
Profesional
Kajian geometri dan pengukuran di sekolah dasar
Pedagogik
Metodologi pembelajaran di sekolah dasar [DOWNLOAD]

Kelompok Kompetensi E
Profesional
Kajian materi IPA sekolah dasar kelas awal
Pedagogik
Penilaian proses dan hasil belajar [DOWNLOAD]

Kelompok Kompetensi F
Profesional
Kajian materi ips sekolah dasar kelas awal
Pedagogik
Komunikasi efektif [DOWNLOAD]

Kelompok Kompetensi G
Profesional
Hakekat pembelajaran PPKN
Pedagogik
Perancangan pembelajaran yang mendidik di sekolah dasar [DOWNLOAD]

Kelompok Kompetensi H
Profesional
Pengembangan materi ajar di sekolah
Pedagogik
Pemanfaatan hasil penilaian pembelajaran [DOWNLOAD]

Kelompok Kompetensi I
Profesional
TIK untuk pengembangan diri guru
Pedagogik
Pemanfaatan TIK untuk pembelajaran di sekolah dasar [DOWNLOAD]

Kelompok Kompetensi J
Profesional
Pengembangan keprofesian melalui tindakan reflektif
Pedagogik
Refleksi pembelajaran dan
Tindaklanjut nya melalui penelitian tindakan kelas [DOWNLOAD]

Unduh juga: Modul materi Guru Pembelajar kelas tinggi Sekolah Dasar

Modul Guru Pembelajar Kelas Tinggi Sekolah Dasar Pedagogik dan Profesional
Cover modul kelas atas SD/MI
Modul Guru Pembelajar Daring Materi Pedagogik dan Materi Profesional di kelas tinggi atau atas Sekolah Dasar.  Program guru pembelajar secara umum bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru, baik pedagogik maupun profesional, serta memiliki performa sebagai pendidik dan pemimpin bagi peserta didiknya, menjadi contoh tentang ketangguhan, optimisme dan keceriaan bagi peserta didiknya, melalui berbagai moda dan media, di berbagai pusat belajar.

Baca juga Modul Guru Pembelajar Kelas Awal Sekolah Dasar
Modul Guru Pembelajar PJOK SD

Modul yang telah di siap kan oleh Kemdikbud dalam hal ini Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan atau Ditjen GTK berisi konten file yang berbentuk modul seperti dibawah ini, lihat salah satu contoh preview
 

Kelompok kompetensi A.
Profesional kajian materi bahasa dan sastra Indonesia Sekolah dasar.
Pedagogik karakteristik dan pengembangan potensi
Peserta didik di sekolah dasar. [Download]

Kelompok kompetensi B
Profesional Kajian bilangan dan statistika Sekolah dasar
Pedagogik Teori belajar dan prinsip pembelajaran. [Download]

Kelompok kompetensi C
Profesional Kajian geometri dan pengukuran Sekolah Dasar
Pedagogik
Pengembangan dan pelaksanaan kurikulum di Sekolah Dasar. [Download]

Kelompok kompetensi D
Profesional Makhluk hidup dan lingkungan sekitar
Pedagogik
Metodologi pembelajaran Di Sekolah Dasar. [Download]

Kelompok kompetensi E
Profesional
Materi dan energi di Sekolah Dasar
Pedagogik
Penilaian proses dan hasil belajar di Sekolah Dasar. [Download]

 Kelompok kompetensi  F 
 Profesional
 Kajian materi IPS SD kelas tinggi
 Pedagogik
 Komunikasi efektif. [Download]

Kelompok kompetensi H
Profesional
Perlindungan ham dan penegakan hukum
Pedagogik
Pemanfaatan hasil penilaian pembelajaran. [Download]

Kelompok kompetensi I
Profesional
Pengembangan materi ajar Sekolah Dasar
Pedagogik
Pemanfaatan TIK untuk pembelajaran di SD. [Download]

Kelompok kompetensi J
Profesional
TIK dan tindakan reflektif untuk pengembangan keprofesian
Pedagogik
Refleksi pembelajaran Dan tindaklanjutnya melalui Penelitian tindakan kelas. [Download]

Pengenalan Fiture Aplikasi Sistem Guru Pembelajar Moda Daring
Tampilan menu-menu aplikasi
Pengenalan Fitur-Fitur di dalam  Sistem Guru Pembelajar yang pasti nya wajib rekan-rekan guru ketahui dalam penggunaan fungsi aplikasi dalam jaringan pada sistem aplikasi yang telah disediakan Kemdikbud dalam hal ini Ditjen GTK, Praktik Pemanfaatan Fitur di dalam Sistem Guru Pembelajar hal pertama yang mesti dilakukan adalah mengeksplorasi fitur-fitur moodle sesuai.

PAGE
Fitur di dalam moodle yang berupa laman web yang dapat menyajikan text, gambar, suara, video, atau tautan web.  Pada Guru Pembelajar Moda daring, Page digunakan untuk menampilkan petunjuk atau pengantar sesi

BOOK
Fitur di dalam moodle yang memuat beberapa halaman selayaknya sebuah buku yang terdiri atas bab dan sub-bab.  Book dapat berisi file media serta teks yang berguna untuk menampilkan detil informasi yang dapat dipecah menjadi beberapa bagian dan halaman.  Pada Guru Pembelajar moda Daring, Book digunakan untuk memuat bahan bacaan

LESSON
Fitur di dalam moodle yang berupa rangkaian aktivitas pembelajaran  Pada lesson bisa memuat bahan bacaan dan pertanyaan tentang suatu materi. Pada Guru Pembelajar moda daring, lesson memuat aktivitas pembelajaran secara bertahap yang dapat membimbing peserta dalam memahami materi sesi
Lesson digunakan pendalaman konsep disertai latihan atau penguatan melalui pertanyaan-pertanyaan yang dilengkapi dengan umpan balik.

MESSAGE
Fitur di dalam moodle yang digunakan untuk mengirim dan menerima pesan dari user lain Fitur ini digunakan untuk komunikasi antar user secara perseorangan/pribadi Pada Guru Pembelajar moda Daring, Message digunakan untuk mengirim dan menerima pesan antar  pengawas, atau pengawas dengan pengampunya

FORUM
Fitur di dalam moodle yang digunakan untuk melakukan diskusi, sharing (gagasan, pengalaman maupun dokumen) antar user  Pada Guru Pembelajar Moda daring, fitur ini dimanfaatkan untuk learning community agar terjadi pembelajaran kolaboratif antar peserta

BLOG
Fitur di dalam moodle yang digunakan untuk menuliskan catatan, ide, atau refleksi yang bersifat pribadi atau untuk dibagikan secara umum
Pada Guru Pembelajar moda Daring, Blog digunakan untuk merefleksikan hasil pembelajaran yang telah diperoleh peserta di setiap akhir sesi

CHAT
Fitur di dalam moodle yang digunakan sebagai media percakapan real time (syncrhronous) melalui tulisan. Fitur ini biasanya dimanfaatkan sebagai media komunikasi secara langsung antara pengampu, Mentor dengan peserta (guru)

QUIZ
Fitur di dalam moodle ini dapat memuat banyak pertanyaan/pernyataan dan jawaban untuk mengukur kemampuan peserta Fitur ini biasanya dimanfaatkan sebagai penilaian secara formatif dan sumatif

FILE
Fitur di dalam moodle yang memuat suatu file yang dapat diunduh
File dapat berupa dokumen, gambar, video, dan sebagainya Pada Guru Pembelajar Moda Daring, File digunakan untuk memuat Lembar Kerja (LK)

FOLDER
Fitur di dalam moodle yang bisa menampung kumpulan file 
Penggunaan folder bertujuan menampilkan kumpulan file yang lebih rapi daripada menampilkan file satu per satu dalam daftar. Pada Guru Pembelajar Moda Daring, Folder digunakan untuk menampung kumpulan file Lembar Kerja (LK) atau bahan bacaan. 


E PORTOFOLIO
Fitur di dalam moodle yang digunakan untuk mengirim hasil pembelajaran yang berupa file (dokumen, gambar, video, dan sebagainya)
Pada e portofolio, kumpulan tugas/tagihan yang sudah diunggah dapat diberi umpan balik oleh pengampu.  Pada Guru Pembelajar Moda daring, E Portofolio digunakan untuk menyimpan file tagihan, berbagi file tagihan dari peserta kepada mentor dan Pengampu agar dapat diperiksa, dikomentari dan diberi umpan balik.  Fitur ini juga digunakan oleh pengampu untuk memeriksa kelengkapan dan kualitas tagihan setiap peserta 

WEB CONFERENCE (BBB)
Fitur di dalam moodle yang digunakan sebagai media percakapan secara langsung           (synchronous) dalam bentuk video, suara, tulisan dan presentasi
Fitur ini biasanya dimanfaatkan sebagai media komunikasi secara langsung antara pengampu dengan Mentor dan peserta (guru)

  • Pemanfaatan Fitur sebagai Evaluasi di dalam Sistem Guru Pembelajar
Questionnaire 
Fitur ini dapat dapat memuat berbagai jenis pertanyaan/pernyataan untuk memperoleh data dari peserta, dan biasanya dimanfaatkan sebagai alat survey 
Pada Guru Pembelajar moda Daring, Questionnaire digunakan sebagai alat untuk mengetahui reaksi peserta terhadap pembelajaran dan pelatihan.

Reaksi Peserta
Instrumen Smiley Face
Evaluasi yang digunakan untuk mengukur reaksi proses pembelajaran berupa "kepuasan peserta".
  
Evaluasi Pelatihan
Evaluasi yang digunakan untuk mengukur kebermanfaatan pembelajaran 

Reports
Data aktifitas peserta diunduh per minggu, sebagai Laporan Mingguan.
Logs;  Fitur ini digunakan untuk melihat aktifitas yang telah dilakukan peserta. 
Activity Completion; Fitur ini digunakan untuk melihat ketuntasan dan sejauh mana aktifitas pembelajaran yang telah dilakukan oleh peserta

Grade
Fitur ini digunakan untuk melihat pencapaian peserta setelah mengikuti kegiatan Guru Pembelajar moda Daring.

Modul Guru Pembelajar Kompetensi A Kelas Awal Profesional dan Pedagogik
Modul atau bahan materi guru pembelajar kelompok kompetensi A, yang memiliki sub domain pada kompetensi profesional penguasaan keterampilan berbahasa Indonesia dan kompetensi pedagogik karakter dan pengembangan potensi peserta didik di Sekolah Dasar pada Kelas Awal yang erat kaitan nya dengan materi guru pembelajar secara teknis untuk menunjang Uji Kompetensi Guru (UKG).

Ruang lingkup materi Modul Pembelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar Kelas Awal ini merupakan modul untuk mendukung kompetensi profesional. Oleh karena itu, modul ini mengkaji bidang keterampilan dan pengetahuan tentang pembelajaran bahasa Indonesia untuk guru sekolah dasar. Secara online/daring untuk panduan Guru Pembelajar lihat disini

Berikut akan dijelaskan gambaran singkat tiap-tiap indikator dalam peta kompetensi yang dijabarkan dalam kegiatan pembelajaran.
1. Hakikat, Fungsi, Kedudukan, dan Ragam Bahasa Indonesia. Materi tentang hakikat bahasa, fungsi, kedudukan, dan ragam bahasa Indonesia yang dijelaskan dalam bentuk deskripif.

2. Pemerolehan Bahasa Anak. Materi ini dibatasi pada hakikat pemerolehan bahasa, tahapan pemerolehan bahasa, faktor-faktor yang mempengaruhi pemerolehan bahasa, dan perbedaan antara pemerolehan dan pembelajaran bahasa.

3. Linguistik Bahasa Indonesia. Materi ini berupa kaidah-kaidah bahasa Indonesia yang berasal dari hierarki lingustik yaitu fonologi, morfologi, sintaksis, dan wacana bahasa Indonesia.

4. Semantik Bahasa Indonesia. Materi semantik bahasa Indonesia meliputi kaidah-kaidah semantik dalam bahasa Indonesia, hubungan makna dalam bahasa Indonesia yang terdiri atas sinonim, antonim, homonim, homograf, homofon, polisemi, denotasi, konotasi, dan majas yang digunakan sebagai rujukan dalam penggunaan bahasa Indonesia.

5. Keterampilan Menyimak Bahasa Indonesia. Materi menyimak berupa prinsip dan prosedur menyimak dengan jenis simakan berupa simakan monolog, cerita, ceramah, khotbah, dialog, wawancara, diskusi, debat, percakapan, dan drama.

6. Keterampilan Berbicara Bahasa Indonesia. Materi berbicara berupa prinsip dan prosedur berbicara dengan jenis wicara monolog, cerita, ceramah, khotbah, dialog, wawancara, diskusi, debat, percakapan, dan drama.

7. Keterampilan Membaca Bahasa Indonesia. Materi membaca berupa prinsip dan prosedur membaca dengan jenis membaca berbagai teks dan membaca nyaring. Modul membaca di sini lebih difokuskan kepada membaca permulaan.

8. Keterampilan Menulis Bahasa Indonesia. Materi menulis berupa prinsip dan prosedur menulis dengan jenis menulis fiksi dan nonfiksi. Modul menulis lebih difokuskan kepada menulis permulaan.

    Panduan Pembuatan Program Tahunan Kurikulum 2013
    PROTA
    Program Tahunan merupakan rencana penetapan alokasi waktu satu tahun pembelajaran. Program tahunan berdasarkan kurikulum 2013 merupakan program umum tematik terpadu untuk setiap kelas yang dikembangkan oleh guru. Program tahunan tersebut sebagai rencana umum pelaksanaan pembelajaran muatan pelajaran setelah diketahui kepastian jumlah jam pelajaran efektif dalam satu tahun. Program tahuna perlu dipersiapkan dan dikembangkan oleh guru sebelum tahun pelajaran, karena merupakan pedoman bagi pengembangan program-program berikutnya, yakni Program Semester, Silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

    Langkah-langkah perancangan Program Tahunan:
    1. Menelaah jumlah tema dan subtema pada suatu kelas.
    2. Menandai hari-hari libur, permulaan tahun pelajaran, minggu efektif.
    Hari-hari libur meliputi:
    • Jeda tengah semester
    • Jeda antar semester
    • Libur akhir tahun pelajaran
    • Hari libur keagamaan
    • Hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional
    • Hari libur khusus (kegiatan khusus satuan pendidikan)

    3. Menghitung jumlah Minggu Belajar Efektif (MBE) dalam satu tahun.
    4. Mendistribusikan alokasi waktu Minggu Belajar Efektif (MBE) ke dalam
    subtema.

    Contoh program tahunan k13 kelas IV SD/MI
    http://www.wikiedukasi.net/2016/06/panduan-pembuatan-program-tahunan.html

    Dalam menyusun Program Tahunan, komponen yang harus ada sebagai berikut.
    • Identitas (muatan pelajaran, kelas, tahun pelajaran)
    • Format isian ( tema, sub tema, dan alokasi waktu).

    Lima Posisi Guru Dalam Menghadapi Pelanggaran Siswa
    Kawal Sekolah Aman

    Andai tidak ada aturan absensi, tidak ada hukuman, tidak ada nilai, dan tidak ada paksaan, berapa persen (%) siswa yang akan memilih tetap belajar ? Begitu lah pertanyaan dari buku milik Bukik Setiawan Penulis Buku Anak Bukan Kertas Kosong.

    Pertanyaan kita adalah, Mengapa Terjadi Kekerasan di Sekolah?, Cara Mengatasi
    Kekerasan di Sekolah?, Mencegah Kekerasan di Sekolah?, Bagaimana Menggunakan Media Sosial?...

    Kekerasan di lingkungan pendidikan bukan sekedar perkara moralitas, tapi persoalan kegagalan pelaku menemukan solusi yang sehat di tengah relasi kuasa yang tidak simetris, Jebakan penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan adalah menghilangkan gejalanya tapi membiarkan sumber terjadinya kekerasan.

    "Sudahkah Sekolah Kita Aman, Nyaman dan Menyenangkan?"
    Mengatasi Kekerasan di Sekolah
    • Identifikasi dan selesaikan sumber kekerasan, bukan hanya gejalanya
    • Guru dan Guru BK didorong lebih banyak mendengar & memahami
    • Pendampingan intensif pada korban dan korban pelaku serta keluarganya
    • Kembangkan kepercayaan diri korban. Bangun sistem dukungan
    • Ajak korban pelaku merefleksikan kebutuhan, emosi dan tujuan hidupnya
    Lima posisi guru dalam menghadapi pelanggaran siswa
    1. Penghukum. Menuding "Jika tidak kerjakan tugas, kamu akan di hukum". Siswa jadi memberontak, menyalahkan teman atau berbohong, kesalahan berulang merupakan bentuk perlawanan.
    2. Pembuat rasa bersalah menceramahi. "Kamu harus tahu mana yang benar mana yang salah", siswa akan menyembunyikan pelanggaran denial dan berbohong, harga diri siswa rendah, rentan di pengaruhi.
    3. Teman baik. Membuat pemakluman, "Kamu terlambat...pasti karena macet ya? jangan diulangi ya, demi bapak dan ibu.  Ketergantungan siswa dengan kehadiran guru.
    4. Pengawas, memantau dan mencatat dan mengungkit-ungkit kesalahan siswa. "Kamu sudah tahu aturan nya kan?" siswa menjadi konformis berorientasi pada reward yang di dapatkan.
    5. Manajer. Bertanya mencari solusi, "Apa akibatnya? bagaimana kita bisa memperbaiki nya?". Siswa merefleksikan tindakan nya dan mencari solusi. Menjadi pembelajar mandiri.

    Referensi tulisan Anak bukan kertas kosong karya Bukik Setiawan

    MKRdezign

    Formulir Kontak

    Nama

    Email *

    Pesan *

    Diberdayakan oleh Blogger.
    Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget